
Suasana duka terasa di RSUP D Djamil, Padang, Sumatera Barat. Para keluarga korban tewas maupun luka mulai mendatangi rumah sakit, Selasa (15/1/2013), siang ini.
Lusi tak kuasa menahan tangis setelah mengetahui orangtuanya, Jalimar, merupakan salah satu korban tewas. Almarhum merupakan guru SMAN 1 Batang Anai. Dia menumpangi angkot maut tersebut untuk berangkat mengajar.
Tak hanya Lusi, rekan-rekan almarhum dari SMAN 1 Batang Anai juga histeris di rumah sakit. Mereka tidak menyangka kecelakaan tersebut merenggut nyawa guru geografi itu.
Setelah diperiksa, jenazah Jalimar akan disemayamkan di kediamannya di kawasan Kayu Kalek, Lubuk Buaya, Kota Padang.
Sementara itu, 18 korban luka berat masih terbaring di IGD RSUP M Djamil. Salah satunya merupakan Muhammad Iza, mahasiswa Universitas Andalas, Padang.
Saat kejadian, dia menaiki mobil travel dari Padangsidempuan menuju kampusnya di Limau Manis, Padang.
Iza menuturkan, kecelakaan terjadi sekira pukul 07.00 WIB. Mobil travel yang ditumpanginya melaju sangat kenacang. Tiba-tiba terjadi benturan dahsyat dan suara keras. Mobil pun langsung terbalik.
Sementara itu, Humas RSUP M Djamil, Gustavianov, mengatakan, korban kecelakaan mulai masuk ke rumah sakit pukul 09.00 WIB. Mayoritas korban menderita luka patah tulang dan luka benturan di kepala.


0 komentar:
Posting Komentar